Minggu, 07 Maret 2010

Terbentuknya Ruang Dari Unsur Vertikal

Suatu ruang dapat terbentuk dari adanya komposisi unsur vertikal dan horizontal. Unsur-unsur itu saling berkesinambungan membentuk ruang-ruang. Vertikal adalah suatu bidang yang tegak lurus dengan sumbu X atau dengan tanah. Horizontal adalah bidang yang sejajar dengan sumbu X atau dengan tanah. Dalam ilmu bangunan atau arsitektur bidang vertikal dibagi menjadi beberapa bagian yaitu unsur vertikal linier, bidang vertikal tunggal, bidang berebentuk L, bidang sejajar, bidang berbentuk U, dan empat bidang tertutup. Untuk bidang horizontal dibagi menjadi bidang dasar, bidang dasar dinaikan, bidang dasar diturunkan, bidang atas (overhead).

RUANG YANG TERBENTU DARI UNSUR VERTIKAL

1. Unsur Vertikal Linier
Yaitu unsur-unsur yang membentuk sisi-sisi tegak lurus dari suatu volume ruang. Unsur Vertikal ini dapat berbentuk seperti tiang-tiang atau kolom, dimana jika tiang atau kolom-kolom tersebut digabungkan dapat membentuk suatu volum ruang yang bersifat transparan, untuk memperkuat bentuk kita dapat melakukan dengan cara memepertegas bentuk dasar.





Bagian-bagian linier yang memiliki dasar kekuatan bahan dapat membentuk fungsi structural. Unsure-unsur linier dapat:
- menunjukkan pergerakan melintasi ruang
- memberikan tumpuan pada suatu bidang
- membentuk rangka struktur tiga-dimensi untuk ruang arsitektur.

Sebagai contoh:
a. Jembatan Salginatobel. Swiss, 1929-30, Robert Maillart.



b. Caryatid Porch atau The Erechtheion, Athena, 421-405 SM, Mnesicles.





2. Unsur Vertikal Tunggal
Yaitu sebuah bidang vertikal yang akan mempertegas ruang di hadapannya. Bidang ini hanya terdapat pada satu sisi. Bidang tersebut harus saling berinteraksi dengan bidang-bidang lainnya.



Satu bidang vertikal bisa juga dikatakan dengan bidang dinding karena bidang dinding adalah salah satu bidang yang memiliki orientasi vertikal dan bidang dinding yang memiliki orientasi vertikal sangat menentukan dalam pembentukan dan membatasi ruang arsitektural.

Contoh-contoh unsur vertikal tunggal :
a. Museum Altes, Berlin, 1823-30, Karl Friedrich von Schinkel



b. The Bacilica, Vicenza,Italia



c. Coister (beranda) dari Moissac Abbey, Perancis, 1100





3. Bidang Berbentuk L
Konfigurasi L dari bidang-bidang vertikal membentuk suatu daerah ruang sepanjang diagonalnya, dan sudut ke arah luar. Daerah introvert pada sudut-sudut interior menjadi ekstrovert sepanjang sisi terluarnya.



Bidang berbentuk L merupakan perluasan dari garis yang memiliki panjang dan lebar yang membentuk huruf L. Contoh dalam kehidupan kita sehari-hari yaitu pada bentuk dapur yang berbentuk L,yang membentuk ruang ditengahnya dan bentuk pagar.

4. Bidang-Bidang Sejajar
Sepasang bidang vertikal sejajar membentuk daerah ruang di antaranya. Tepi terbuka pada ruangan terbentuk oleh sisi vertikal bidang, memberikan arah yang kuat pada ruangan.

unsur ini menentukan suatu volume yang diantaranya berorientasi menuju ujung-ujung yang tak terbatas. Dapat didefinisikan bidang-bidang sejajar adalah bidang yang mempunyai letak sejajar dan fungsi yang disamakan dengan bidang yang di sejajarkan untuk menopang berat beban keseluruhan.






5. Bidang Berbentuk U
Sebuah konfigurasi bentuk U dari bidang-bidang vertikal membentuk daerah ruang yang memiliki fokus ke arah dalam serta orlentasi ke arah luar.





6. Empat Bidang Tertutup
Dapat didefinisikan unsur ini adalah suatu area ruang yang memiliki fokus ke dalam maupun orientasi ke luar. Sebuah bangunan berbentuk U juga dapat berguna sebagai penampung dan dapat mengorganisir kumpulan bentuk dan ruang di dalam areanya. Unur ini juga dapat membentuk ruang ditengahnya jika dtarik garis transparan dari tiap ujung bidang.



Rabu, 06 Januari 2010

Arsitektur Tema

Menurut Gunawan Tjahyono, “Tema dalam arti purbanya lebih merupakan pijakan bagi sebuah tajuk. Dari situlah kita yang terlibat dalam kehadirannya berangkat untuk melakukan bahasan, ulasan, dan tindakan (intelektual). Dengan demikian, tema melandaskan seluruh olahan berkarya dan tindakan intelektual atau seni. Dari contoh yang sama, dalam bidang arsitektur, tema dapat melandasi tindakan berarsitektur.” ( Kilas Jurnal FTUI, Januari 2000, volume 2 nomor 1, halaman 79 )



Arsitektur adalah dunia yang tidak bisa dilepaskan dari tema, karena dengan tema itulah kehadirannya dapat lebih bermakna. Lebih daripada itu arsitektur adalah dunia yang di dalamnya terdapat semangat untuk teru mencari sesuatu yang baru dan semangat untuk mencari jawaban.” ( AMI – Arsitek Muda Indonesia, Penjelajahan 1990 – 1995, Subur, Jakarta, 1995 ).

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, tema adalah :

§ Pokok pikiran, dasar cerita ( yang dipercakapkan ) dipakai sebagai dasar mengarang, mengubah sajak, dan lain – lain.

§ Bertema, berarti mempunyai tema.

§ Bertemakan, berarti berlandaskan tema.

Tema berasal dari bahasa Yunani yaitu Tithenai yang berarti meletakkan, dan dalam bahasa Inggris dikenal dengan Theme yang selanjutnya kita kenal dengan istilah tema yang memiliki arti apa yang diletakkan, dinyatakan dan memposisikan sesuatu.

Tema terbagi dalam 2 golongan besar, yaitu :

§ Dari unsur teraga, nyata (seperti tema tentang flora, tema hutan, tema fauna dan lain-lain).

§ Dari unsur tak teraga, abstrak (seperti tema kemanusiaan, tema budaya, dan lain-lain).

Arsitektur Arab

Arsitektur Arab Modern

Menurut desainer interior dari Aesthetics Home, Mohammad Husni Saleh, gaya Timur Tengah banyak menerapkan bentuk geometrik seperti motif bintang, wajik, dan sulur-sulur. "Kesan ramai pun langsung tercipta karena biasanya gaya ini sering menabrak- nabrakkan motif dan warna,".


Eksterior...

Kekuatan arsitektur bergaya Timur Tengah terletak pada tata eksterior dan interiornya yang dinamis. Sentuhan itu dapat ditemukan mulai bentuk- bentuk lengkung atau kubah berornamen pada bagian jendela atau lorong rumah, pemilihan desain kolom, dan material lantai. Semua hal tersebut bisa menjadi aksen unik.

"Selain memakai banyak motif pada kaca patri, yang menjadi ciri khas lain gaya Timur Tengah adalah pemakaian motif pada lantai dan langit-langit. Selain itu, tatanan pilar dengan atap kubah kian menguatkan gaya Timur Tengah," sebut Husni, yang alumnus Institut Teknologi Bandung.


Interior...


Satu lagi yang menjadi kekhasan rumah Timur Tengah adalah ketersediaan kolam dan air mancur. Kehadiran sebuah kolam dengan mozaik keramik kecilkecil bermotif lengkap dengan nat yang diwarnai menjadi ciri khas. Kolam biasanya diletakkan di area foyer, ruang tengah, atau area-area umum lainnya.

Penggunaan kaca patri pada rumah Timur Tengah membuat ruangan menjadi lebih hangat. Bias cahaya dari luar masuk ke dalam ruangan yang umumnya memiliki penerangan temaram. Lampu pun dapat menjadi ornamen dekoratif dalam tatanan interior.


Kisi-Kisi Sebagai Pereduksi Sinar Matahari...

Lampu gantung, table ware, serta aksesori ruang dari kuningan, shisha, dan botol-botol dekoratif lainnya. Juga lilin dan dupa-dupaan menjadi pelengkap untuk penyemarak suasana," kata Husni. Warna memegang peranan penting dalam konsep rumah Timur Tengah. Warna-warna khas Timur Tengah yang biasa diaplikasikan pada sebuah hunian adalah terakota, biru, hijau tua, hijau tosca, merah tua, dan warna-warna kayu.

Gaya Timur Tengah tak lengkap bila tidak dihiasi dengan karpet Persia yang kaya corak. Tak hanya sebagai penutup lantai, karpet dengan kombinasi warna cokelat tua, merah marun, dan kuning gading itu biasa pula dipajang sebagai wall hanging yang melengkapi ruang.

Ciri khas lain gaya ini adalah digunakannya kain-kain pelapis dekorasi ruang yang seolah-olah menjadi sebuah tenda di padang pasir. Sementara itu, pada penataan ruang-ruang, biasanya menggunakan sistem lesehan dengan bantal-bantal besar bermotif.

Ragam warna dan corak yang lebih hidup pada ornamen- ornamen ruang memberi daya tarik tersendiri dan tentunya menjadikan penataan ruang terasa lebih hangat. Gaya ini cocok sekali untuk mereka yang berkepribadian eksentrik.

Arsitektur Eropa

Karakteristik Morfologi pada Arsitektur Eksterior Bangunan di Eropa :

1. Bukaan dengan ukuran besar, terutama pada sisi selatan
bangunan Bertujuan memanfaatkan sinar matahari sebagai
pencahayaan alami dan pemanas alami (kalor) dalam
bangunan.

2. Penggunaan material kaca sebagai elemen penutup dinding,
terutama pada sisi selatan bangunan Bertujuan
memanfaatkan sinar matahari sebagai pencahayaan alami
dan pemanas alami (kalor) dalam bangunan.


Exterior Bangunan Di Eropa...

3. Penggunaan sunscreen, terutama pada sisi bangunan tempat
jatuhnya sinar sinar matahari Bertujuan mengurangi sinar
matahari langsung masuk ke dalam bangunan.

4. Penggunaan material transparan pada sebagian elemen
penutup atap Bertujuan memanfaatkan sinar matahari
untuk pencahayaan alami pada bangunan.
5. Penggunaan sistem pencahayaan alami tidak langsung
Bertujuan mengurangi silau dari sinar matahari yang
digunakan sebagai pencahayaan alami pada bangunan.


II. Karakteristik Morfologi pada Interior Bangunan Di Eropa :


1. Penggunaan elemen penutup dinding kaca Bertujuan
memanfaatkan sinar matahari sebagai pencahayaan dan
pemanasan alami. Material penutup kaca yang berada pada
Analisa Morfologi Bangunan Sub Tropis Studi Kasus : Bangunan
Bertingkat 42 Tinggi Dan Sedang di Benua Amerika
sisi bangunan tempat jatuhnya sinar matahari menggunakan
sistem double glazz atau pelapis kaca.

2. Penggunaan sistem ruang terbuka tanpa pembatas solid
Bertujuan memanfaatkan sinar matahari pada sisi interior
bangunan.


Interior Pada Bangunan Di Eropa...

3. Penggunaan material transparan untuk pembatas ruang
Bertujuan memanfaatkan sinar matahari pada sisi interior
bangunan.

4. Bukaan pada sisi atap bangunan Bertujuan untuk sirkulasi
udara alami dengan sistem yang berbeda antara musim
dingin dengan musim panas.

Arsitektur Alam

Arsitektur merupakan salah satu kebudayaan manusia, misalnya piramida, istana, mesjid dan lain-lain yang semuanya adalah karya seni manusia. Selain bangunan yang dibuat oleh manusia dialam juga ada arsitektur yang keindahan dan keunikannya jauh lebih bagus dibandingkan buatan manusia. Misalnya satwa-satwa yang ada didunia ini masing-masing memiliki struktur tubuh yang berbeda dan prilaku satwa-satwa tersebut juga berbeda-beda yang memang dimilikinya sejak dilahirkan.

Beberapa keunikan dan keterampilan yang dimiliki oleh satwa bermacam-macam, misalnya dalam hal membuat sarang sebagai tempat tinggal mereka. Sarang yang dibuat oleh satwa terkadang hanya dianggap oleh sebagian manusia sebagai sebuah tempat yang biasa dan tidak memiliki keistimewaan. Padahal kalau kita mempelajarai prilaku satwa-satwa tersebut mulai dari membuat sarang, mencari makanan ataupun pola hidup mereka ternyata semuanya sangat indah dan mengesankan.

Berikut akan dijelaskan beberapa arsitektur alam yang unik dan istimewa :

1. Lebah Madu

Lebah merupakan satwa yang memiliki keistimewaan dapat menghasilkan madu. Madu banyak sekali manfaatnya, baik dikonsumsi, untuk kesuburan rambut ataupun untuk kecantikan. Madu yang dihasilkan oleh lebah disimpan di kantung madu yang berbentuk heksagonal yang tersusun secara teratur. Alasan lebah memilih heksagonal sebagai bentuk tabung madu ternyata bentuk heksagonal memiliki kapasitas tampung yang lebih besar untuk menyimpang madu bila dibandingkan bentuk-bentuk lain seperti segitiga, segiempat, lingkaran ataupun bentuk-bentuk lainnya. Dalam membuat sarang lebah mengerjakannya secara bergotong-royong dan kemampuan lebah dalam membuat sarang ternyata telah diberikan saat mereka baru dilahirkan.


Sarang Lebah Sebagai Contoh Menjadi Inspirasi Pada Desain Arsitektur...




2. Berang-berang.

Berang-berang hidup didalam danau. Karena kemampuan berenang berang-berang sangat baik sehingga berang-berang tidak merasa kesulitan dengan kehidupan didalam air. Berang-berang membuat sarang didalam danau. Sebelum membuat sarang terlebih dahulu mereka membuat bendungan untuk menahan laju arus air. Sarang dan juga bendungan yang dibuat berasal dari cabang-cabang dan batang pohon. Untuk mendapatkan kayu-kayu tersebut mereka bergotong-royong mencarinya dihutan. Dengan menggunakan gigi depan yang cukup tajam, berang-berang ini memotong pohon dan membawanya kedanau. Batang-batang pohon dan cabang-cabang pohon diangkut kepermukaan danau untuk dibuat sebuah bendungan. Setelah kurang lebih satu bulan akhirnya terbentuklah sebuah danau yang cukup besar sebagai tempat tinggal mereka. Bentuk bendungan yang dibuat berbentuk cekung. Ternyata disinilah letak kecerdikan satwa ini, karena bendungan yang bentuk cekung dapat menahan tekanan air dengan sangat kuat. Setelah terbentuk bendungan maka berang-berang mulai membuat sarang. Diatas permukaan danau terlihat seperti tumpukan kayu yang sebenarnya adalah sarang berang-berang tersebut. Untuk bisa masuk kedalam sarang mereka harus melewati dasar sarang yang merupakan pintu masuk. Sarang tersebut cukup kokoh karena pondasinya kuat. Didalam sarang tersebut mereka membuat dua ruangan yaitu ruang makan dan ruang tidur. Berang-berang membuat danau dengan kedalaman empat meter, hal ini bertujuan pada saat musim dingin danau akan membeku, sehingga dengan kedalaman empat meter berang-berang tetap bisa masuk kesarang mereka karena danau membeku hanya di permukaan saja.



Rumah Berang-Berang Sebagai Contoh Inspirasi Pada Desain Arsitektur...




3. Rayap.

Rayap hidup berkoloni dan membuat sarang. Sarang rayap dapat mencapai kedalaman tiga sampai empat meter. Didalam sarang tersebut terdapat tempat untuk bercocok tanam, tempat menyimpan makanan dan tempat sirkulasi udara. Dalam membuat sarang rayap hanya menggunakan naluri dan ilham yang dimilikinya karena rayap adalah satwa yang tidak bisa melihat / buta.



Rumah Rayap Sebagai Inspirasi Adanya Basement Pada Highrise Building yang Ada Sekarang Ini...



4. Burung Penganyam.

Sarang burung penganyam terbuat dari rumput-rumput kering. Burung penganyam membuat simpul pada sebuat cabang pohon dengan berbentuk lingkaran. Untuk membuat anyaman ini burung penganyam membuat tekhnik anyaman yang dimulai dari bawah keatas. Saat pembuatan simpul yang pertama harus benar, karena jika dari awal salah maka anyaman berikutnya akan salah. Sebuah pekerjaan yang tidak mudah.

5. Lebah Liar.

Lebah liar membuat sarang dari kertas yang berbentuk heksagonal yang tersusun secara teratur. Ada juga lebah liar yang membentuk sarang mereka seperti pot. Mereka membuatnya menggunakan air liur yang dicampur dengan tanah. Setelah selesai membuat sarang, lebah liar tersebut meletakkan telurnya didalam sarang kemudian menutupnya. Setelah cukup lama telur-telur tersebut menetas dan anak-anak lebah akan keluar dari sarangnya.

6. Laba-laba.

Laba-laba membuat sarang mereka berbentuk jaring-jaring. Jaring-jaring ini bersifat lentur namun sangat kuat. Jaring-jaring yang dikeluarkan laba-laba berasal dari bagian belakang tubuhnya. Bila ada satwa lain yang berukuran kecil terperangkap maka mustahil bisa lepas dan dengan mudah laba-laba menangkapnya.



Kesimpulan :
Alam semesta merupakan sebuah arsitektur yang sangat kompleks, dimana didalamnya terdapapt komponen-komponen arsitektur yang lebih kecil lagi. Alam merupakan komponen kecil yang sudah tersusun secara alami dimana banyak memberikan inspirasi dalam perkembangan desain arsitektur mulai dari zaman purba hingga zaman modern ini.

Begitu pula Insting dan kecerdasan yang dimiliki satwa-satwa tersebut bukanlah suatu kebetulan dan buka pula diturunkan dari generasi ke generasi seperti yang dikemukakan oleh Darwin pada abad ke IX dalam teori Evolusinya, melainkan pemberian Tuhan yang Maha Kuasa.

Selama ini manusia hanya menganggap bahwa arsitektur yang mereka buat adalah karya manusia semata-mata, padahal semua kecerdasan dan kemampuan manusia tersebut adalah Anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang patut disyukuri. Maka itu Kelestarian alam perlu sekali untuk dijaga sebaik-baiknya dan sebisa mungkin.

Go Green....!!!!!!!

Arsitektur Beriklim Tropis

Ciri-ciri iklim tropis :

1. Curah hujan tinggi

2. Kelembaban tinggi

3. Temperatur udara panas sampai dengan nikmat

4. Angin (aliran udara) sedikit

5. Radiasi matahari sedang sampai kuat (matahari bersinar sepanjang tahun)

6. Pertukaran panas kecil karena kelembaban tinggi (udara sudah jenuh oleh uap air), sehingga air tidak mudah menguap.

Selain ciri-ciri umum tersebut, ada pula beberapa daerah yang mempunyai keadaan iklim yang sedikit berbeda, misalnya daerah pegunungan, seperti Bandung dan Malang lebih sering terjadi hujan, atau di daerah Nusa Tenggara Timur yang paling jarang terjadi hujan, sehingga disana banyak terdapat sabana atau padang rumput dan semak-semak.

Permasalahannya adalah bagaimana udara tetap mengalir sehingga penguapan bisa terus berlangsung. Misalnya untuk daerah yang mempunyai iklim tropik basah seperti yang tersebut di atas, dinding bangunan dibuat tebal dan tidak dibuat sirkulasi udara sehingga penguapan tidak terlalu cepat.


Kisi-kisi Sebagai Pereduksi Intensitas Cahaya Matahari Yang Masuk Ke Bangunan...

Strategi utama untuk bangunan:

- Menghalangi radiasi sinar matahari langsung dengan louvers dan sun shading (pembayang sinar matahari)

- Isolasi radiasi panas dengan ruang udara (pada atap dan pemakaian bahan-bahan bersel dan berpori atau berongga)

- Jarak bangunan dengan bangunan lain jauh untuk memperlancar aliran udara

- Kenyamanan Thermis dicapai dengan aliran udara yang mengenai tubuh manusia.

- Menghentikan/isolasi radiasi dengan reflektor kurang sesuai karena akan menambah panas lingkungan dan mengurangi penerapan kelembaban dan penguapan.

- Bahan-bahan yang dipakai sebaiknya mempunyai BJ kecil (ringan), time lag rendah, kapasitas panas kecil, dimensi kecil, berat sendiri kecil, dapat mengikuti kadar kelembaban udara sekitar dan konduktivitas panas rendah.


Bukaan yang Besar untuk Melancarkan Pergantian Udara Sehingga Dapat Memberikan Kesejukan Di Dalam Ruangan...


Perilaku iklim tropis dan bentuk bangunan:

1. Curah hujan tinggi diatasi dengan kemiringan atap curam

2. Kelembaban tinggi, diatasi dengan:

- Penggunaan dinding porous pada bangunan agar dapat ikut menyerap uap air di dalam ruangan dan meningkatkan kenyamanan. Dinding dikeringkan aliran udara yang melewati celah-celah dinding, mendinginkan permukaan bangunan,

- Bangunan mempunyai dua jenis jendela, temporal dan tetap. Jendela temporal digunakan pada siang hari.


Penguunaan Dinding dan Lantai dari Concrete Dapat Memberikan Kesan Sederhana dan Suhu Dingin Pada Permukaan Dinding dan Lantai Tersebut...

3. Radiasi sinar langsung, diatasi dengan pemakaian sun shading. Agar panas tidak terakumulasi dipakai bahan yang kapasitas panasnya kecil. Pada malam hari, udara lembab akan mengembun dan jenuh, yang akan menimbulkan rasa panas. Karena itu, bahan yang dipakai harus mempunyai time lag rendah (cepat panas, cepat dingin). Pada siang hari, radiasi tinggi, bahan bangunan harus mempunyai konduktivitas panas rendah dan isolasi panas dengan udara mengalir (membawa udara panas dan uap air di permukaan bahan), mengurangi panas bangunan. Dimensi dan berat kecil agar tidak menyimpan panas. Pagi hari, suhu udara terdingin, bangunan harus membatasi pengeluaran panas dari dalam bangunan.


Penanaman Vegetasi yang Banyak Juga Dapat Menurunkan Suhu Sekitar Bangunan...

4. Udara lembab, tanah lembab, radiasi panas balik dari tanah membuat udara jenuh. Keadaan ini ditanggulangi dengan mengangkat lantai bangunan untuk memberi kesempatan udara mengalir di kolong bangunan.

Bangunan tipe seperti inilah yang cocok untuk iklim di Indonesia. Dengan curah hujan yang tinggi dan Intensitas panas terik matahari juga tinggi, karena posisi Indonesia berada di garis Khatulistiwa menyebabkan indonesia mempunyai kelembaban yang tinggi. Oleh karena itulah Arsitektor tropis cocok di aplikasikan di Indonesia Tercinta.

Bangunan Terkenal



Nama bangunan : Burj Khalifa atau Burj Dubai
Arsitektur : Skidmore, Owings, dan Merril

Burj Khalifa (bahasa Arab untuk 'Menara Khalifa'), sebelumnya bernama Burj Dubai, adalah sebuah pencakar langit di Dubai, Uni Emirat Arab yang diresmikan pembukaannya pada 4 Januari 2010. Ketinggian pencakar langit ini adalah 828 meter (2.717 kaki).

Burj Khalifa adalah bangunan tertinggi di dunia yang pernah dibuat oleh manusia. Dimulai dari melewati ketinggian Taipei 101 sebagai bangunan tertinggi di dunia pada 21 Juli 2007. Pada tanggal 12 September 2007, Burj Khalifa berhasil melewati ketinggian CN Tower sebagai struktur bebas (tanpa penyangga) tertinggi di dunia dan pada tanggal 7 April 2008 struktur tertinggi di dunia dari Menara KVLY-TV yang berada di Blanchard, North Dakota, Amerika Serikat berhasil dilewati. Struktur tertinggi yang pernah dibuat oleh manusia, Menara Radio Warsawa 645,4 m (2.120 kaki) dibuat pada 1974 (namun runtuh pada saat renovasi pada 1991) berhasil dilewati pada 1 September 2008.

Burj Dubai ini dilengkapi 57 lift tercepat di dunia yang mencapai 64 km per jam. Gedung ini akan memiliki 1.044 apartemen, 49 lantai ruang kantor, serta Hotel Giorgio Armani.